<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catetan Gue</title>
	<atom:link href="http://catetangue.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catetangue.wordpress.com</link>
	<description>Ditulis biar gak lupa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Jan 2009 01:17:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='catetangue.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catetan Gue</title>
		<link>http://catetangue.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://catetangue.wordpress.com/osd.xml" title="Catetan Gue" />
	<atom:link rel='hub' href='http://catetangue.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>RUH YANG MEMBUAT MANUSIA ABADI</title>
		<link>http://catetangue.wordpress.com/2009/01/04/ruh-yang-membuat-manusia-abadi/</link>
		<comments>http://catetangue.wordpress.com/2009/01/04/ruh-yang-membuat-manusia-abadi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 01:17:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catetangue</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[berny satria]]></category>
		<category><![CDATA[ruh]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catetangue.wordpress.com/2009/01/04/ruh-yang-membuat-manusia-abadi/</guid>
		<description><![CDATA[Keabadian adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi dalam dunia yang fana ini. Apalagi jika kata itu dilekatkan kepada benda dalam alam semesta. Setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian. Setiap makhluk pasti akan mengalami proses kepunahan. Setiap benda pasti akan berproses menjadi susunan organik maupun non organik yang berbeda dari asalnya. Otak kita pernah mendownload [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=33&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keabadian adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi dalam dunia yang fana ini. Apalagi jika kata itu dilekatkan kepada benda dalam alam semesta.<br />
Setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian. Setiap makhluk pasti akan mengalami proses kepunahan. Setiap benda pasti akan berproses menjadi susunan organik maupun non organik yang berbeda dari asalnya.</p>
<p>Otak kita pernah mendownload sebuah doktrin; bahwa hanya Tuhan lah yang abadi. Sebagai yang mencipta, Ia tidak akan habis termakan ruang dan waktu. Tetapi slogan ini akan mengundang pertanyaan bagi orang yang berfikir: Apa buktinya Tuhan abadi? Siapakah yang pernah mengikuti dan menyaksikan keabadian Tuhan?</p>
<p>Tuhan membuat hidup segala sesuatu dengan Meniupkan RUH. Mengapa istilahnya Meniupkan? Seolah-olah Ruh itu seperti asap yang ditiupkan kepada sesuatu agar menggelembung. Penafsiran istilah seperti ini kurang tepat, apalagi jika kata Ruh dikaitkan dengan sesuatu yang hidup dan bergentayangan di tempat-tempat keramat. Karena tidak sedikit orang mengucapkan kata Ruh dalam kalimat berikut:</p>
<p>“Grup band itu sudah kehilangan RUH nya”</p>
<p>“Pancasila adalah RUH bangsa Indonesia”</p>
<p>Ruh adalah kata dalam bahasa arab yang berasal dari kata “RIYAHA”; atau dalam bahasa Indonesia artinya “Angin”. Asal kata Angin ini yang mengambarkan bahwa Ruh itu ditiupkan. Dengan ditiupkan Ruh, maka segala sesuatu bisa hidup, bergerak kembali. Ruh tidak dapat dilihat sebagaimana kita tidak bisa melihat wujud dari Angin, tetapi Ruh itu bisa datang dan bisa pergi seperti angin. Bisa ada dan bisa hilang, tergantung dari sikap obyek yang ditiupkan Ruh.</p>
<p>Sama efeknya dengan ILMU yang bisa menghidupkan manusia dari ketidaktahuan dan kebodohan. Dengan ilmu manusia bisa “bangkit untuk hidup” dari kebuntuan persoalan yang dihadapinya. Tetapi ketika ilmu itu dipergunakan hanya untuk memuaskan ego nya, maka keberadaannya akan merusak manusia lain. Walaupun ilmu eksak/sosial yang menambah gelar akademisnya demikian panjang, tetapi jika dipergunakan tidak sejalan dengan kemauan Tuhan, maka ia akan terhitung dalam orang-orang yang MATI. Karena ternyata keberadaan dirinya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, tetapi menjadi duri dalam daging bagi keharmonisan tatanan manusia.</p>
<p>Ilmu ajaran Tuhan inilah yang dahulu pernah diajarkan kepada Adam, ketika ia diajarkan nama-nama, sifat-sifat, perilaku segala sesuatu di alam semesta, termasuk tingkah-laku komunitas manusia. Sehingga Adam bisa menjadi kholifah, menjadi pemimpin. Tentu Tuhan tidak akan mengenakan status pemimpin bagi manusia yang tidak memiliki pengikut dari manusia lainnya.</p>
<p>Ilmu sifatnya abadi. Ia tidak akan tergerus oleh ruang dan waktu. Ilmu itu terbagi dua; Ada yang mengarah kepada kebenaran, dan adapula yang mengarah kepada keburukan.<br />
Hingga kini orang masih mengakui dan memanfaatkan ilmu listrik yang ditemukan oleh Thomas Alfa Edison, walaupun ia telah meninggal dalam kurun waktu yang sudah lama, dan kesejatian ilmu Listrik akan terus berlaku pada masa-masa yang akan datang. Begitupula ilmu pengkhianatan yang dilakukan oleh Brutus ketika menusuk Julius Caesar dari belakang , sampai kapanpun ilmu negatif itu akan terbuka untuk digunakan manusia.</p>
<p>Dengan demikian ilmu itu adalah Ruh yang ditiupkan kepada manusia. Dan Ruh kebenaran adalah Ruh yang diajarkan oleh Tuhan, bukan oleh Brutus, maupun iblis yang menipu Adam. Jika manusia yang dipercaya memimpin manusia lain, tetapi dari kepemimpinannya justru mendatangkan kesusahan dan keterpurukan rakyat jelata sebagai bagian dari orang-orang yang dipimpinnya, itu berarti yang menggerakan kesadarannya bukan Ruh dari Tuhan. Karena Ruh Tuhan membimbing manusia kepada kebenaran, bukan kepada ketimpangan.</p>
<p>Manusia yang memiliki Ruh Tuhan tidak akan merusak alam dengan berbagai tambang tanpa kontrol, ia tidak akan berbuat curang kepada manusia lainnya, ia tidak akan mencuri hak orang lain dalam berbagai kasus, ia tidak akan memanfaatkan kebodohan orang lain untuk mendapatkan penghormatan bagi dirinya, ia tidak akan menjadi ular berkepala dua ketika memutuskan perkara yang menyangkut kepentingan diri maupun golongannya. Tetapi ia akan menjadi kepanjangan tangan Tuhan dalam merawat alam dan isinya. Menjadi manusia yang selalu bermanfaat bagi manusia lainnya, bahkan kepada orang yang memusuhinya.</p>
<p>Begitupula bagi manusia yang menggunakan ilmu untuk menipu manusia lain, ia akan diingat hingga ribuan tahun dalam peradaban manusia dikarenakan ilmu yang diperoleh dipergunakan hanya bagi kepentingan diri sendiri maupun golongannya.</p>
<p>Ruh adalah milik Tuhan, inilah yang menyimpulkan bahwa Tuhan abadi, karena kedua jenis Ruh tadi keberadaannya adalah atas izin Tuhan. Ruh jenis apa yang merasuki, maka akan mendatangkan konsekuensi yang besar dalam kehidupan manusia. Sebuah Ruh yang membuat manusia abadi dalam peradaban.</p>
<p>January 4th 2009<br />
Written By:<br />
Berny Satria</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catetangue.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catetangue.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catetangue.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catetangue.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catetangue.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catetangue.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catetangue.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catetangue.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catetangue.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catetangue.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catetangue.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catetangue.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catetangue.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catetangue.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=33&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catetangue.wordpress.com/2009/01/04/ruh-yang-membuat-manusia-abadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1cbe7360d1aa42282764e3afaafaabd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catetangue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[SOLD OUT] Di Jual Printer Epson LQ 2180 Second</title>
		<link>http://catetangue.wordpress.com/2008/08/08/di-jual-printer-epson-lq-2180-second/</link>
		<comments>http://catetangue.wordpress.com/2008/08/08/di-jual-printer-epson-lq-2180-second/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 10:48:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catetangue</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[epson]]></category>
		<category><![CDATA[lq 2180]]></category>
		<category><![CDATA[printer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catetangue.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[DIJUAL PRINTER dot matrix EPSON LQ 2180 second 136 columns, 24 pin impact dot matrix, 480 cps, Normal, ex. lelang kantor HARGA CUMA : RP. 1,5 jt NETT HUB Mung : 70016070 / 0815-8845652. Jl. Tenggiri 3 No. 229 RT.002/010 Depok Jaya (Perumnas Depok 1) Pancoran Mas, Depok atau Mal Lippo Cikarang, Jl. MH. Thamrin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=24&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DIJUAL PRINTER dot matrix EPSON LQ 2180 second 136 columns, 24 pin impact dot matrix, 480 cps, Normal, ex. lelang kantor<br />
HARGA CUMA : RP. 1,5 jt NETT<br />
HUB Mung : 70016070 / 0815-8845652. Jl. Tenggiri 3 No. 229 RT.002/010 Depok Jaya (Perumnas Depok 1) Pancoran Mas, Depok atau Mal Lippo Cikarang, Jl. MH. Thamrin &#8211; Lippo Cikarang</p>

<a href='http://catetangue.wordpress.com/2008/08/08/di-jual-printer-epson-lq-2180-second/printer-lq-2180/' title='printer-lq-2180'><img data-attachment-id='26' data-orig-size='1024,768' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://catetangue.files.wordpress.com/2008/08/printer-lq-2180.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="printer-lq-2180" title="printer-lq-2180" /></a>
<a href='http://catetangue.wordpress.com/2008/08/08/di-jual-printer-epson-lq-2180-second/printer-lq2180/' title='printer-lq2180'><img data-attachment-id='27' data-orig-size='1024,768' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://catetangue.files.wordpress.com/2008/08/printer-lq2180.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="printer-lq2180" title="printer-lq2180" /></a>
<a href='http://catetangue.wordpress.com/2008/08/08/di-jual-printer-epson-lq-2180-second/printer-lq-21801/' title='printer-lq-21801'><img data-attachment-id='28' data-orig-size='1024,768' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://catetangue.files.wordpress.com/2008/08/printer-lq-21801.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="printer-lq-21801" title="printer-lq-21801" /></a>

<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catetangue.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catetangue.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catetangue.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catetangue.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catetangue.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catetangue.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catetangue.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catetangue.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catetangue.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catetangue.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catetangue.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catetangue.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catetangue.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catetangue.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catetangue.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catetangue.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=24&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catetangue.wordpress.com/2008/08/08/di-jual-printer-epson-lq-2180-second/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1cbe7360d1aa42282764e3afaafaabd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catetangue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catetangue.files.wordpress.com/2008/08/printer-lq-2180.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">printer-lq-2180</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catetangue.files.wordpress.com/2008/08/printer-lq2180.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">printer-lq2180</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catetangue.files.wordpress.com/2008/08/printer-lq-21801.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">printer-lq-21801</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kejarlah EQ, Sukses Kau Tangkap!</title>
		<link>http://catetangue.wordpress.com/2008/08/06/kejarlah-eq-sukses-kau-tangkap/</link>
		<comments>http://catetangue.wordpress.com/2008/08/06/kejarlah-eq-sukses-kau-tangkap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 05:52:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catetangue</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[EQ]]></category>
		<category><![CDATA[Intisari]]></category>
		<category><![CDATA[IQ]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catetangue.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Belum kering peluh di dahi Yola, ibunya menyodorkan selembar catatan berisi daftar hafalan penjumlahan. Sejam lalu murid SD kelas I itu mendapat nilai jelek untuk pelajaran matematika di sekolah. “Kalau tambah-tambahan saja enggak hafal, mana bisa mendapat ranking satu?” kata ibunya. Si anak yang lelah cuma pasrah. “Memangnya, siapa yang tak mau dapat ranking satu?” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=21&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Belum kering peluh di dahi Yola, ibunya  menyodorkan selembar catatan berisi daftar hafalan penjumlahan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Sejam lalu murid SD kelas I itu mendapat  nilai jelek untuk pelajaran matematika di sekolah. “Kalau tambah-tambahan saja  enggak hafal, mana bisa mendapat ranking satu?” kata ibunya. Si anak yang lelah  cuma pasrah. “Memangnya, siapa yang tak mau dapat ranking satu?” batinnya  protes.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Kata ranking di dunia sekolah memang lebih  mewakili kepentingan orangtua ketimbang anak. Ranking juga simbol, betapa  kecerdasan intelektual (IQ) masih didewakan sebagai satu-satunya ukuran  kecerdasan. Kemampuan anak didik hanya diukur dari nilai akademis. Jika nilai  rapornya mencapai skala 8 &#8211; 10, ia akan dianggap anak pandai, cerdas, pintar.  Padahal “kepintaran” di atas kertas itu bukanlah &#8220;kepintaran&#8221;  sejati.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Sialnya, pemahaman salah kaprah itu diyakini  sebagian besar dari kita, orangtua. Siapa yang ber-IQ tinggi kelak bakal sukses  hidupnya ketimbang orang yang IQ-nya rata-rata. Padahal dalam praktik, tidak  selalu demikian. Misal, Tak sedikit pemiliki IQ tinggi justru terpental dari  ketatnya persaingan memasuki dunia kerja.</span></span><span id="more-21"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>&#8220;Mereka yang IQ-nya biasa-biasa saja  malah  bisa menjadi selebriti,“ canda Prof.  Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, guru besar   Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia,                         Jakarta.</span></span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;"><span>Langsung Praktik</span></span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Hasil penelitian Daniel Coleman (1995 dan  1998) menguatkan  ucapan Sarlito.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Konon IQ hanya memberi kontribusi 20% dari  kesuksesan hidup seseorang. Selebihnya bergantung pada kecerdasan emosi  (emotional intelligence, EI atau EQ) dan sosial yang</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>bersangkutan. Di sisi lain, 90% “keberhasilan kerja”  manusia ternyata ditentukan oleh kecerdasan emosionalnya, sisanya (sekitar 4%)  jatah kemampuan teknis.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Ada juga penelitian jangka panjang terhadap  95 mahasiswa Harvard jebolan tahun 1940-an. Puluhan tahun kemudian, mereka yang  kerap mendapat nilai tes paling tinggi di perguruan</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>tinggi dulu ternyata hidupnya tak terlalu sukses  dibandingkan dengan rekan-rekannya yang ber-IQ biasa saja. Dalam hal ini  kesuksesan diukur lewat besaran gaji, produktivitas, serta</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>status bidang pekerjaan  mereka.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Dalam sebuah survei terhadap ratusan  perusahaan di AS, terungkap pula faktor yang menjadikan seorang pemimpin atau  manajer jauh lebih berhasil dari yang lain. Yang terpenting bukan kemampuan  teknis atau analisis, tapi justru hal yang berkaitan dengan emosi atau perasaan  dan hubungan personal. Empat hal yang paling menonjol adalah</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>kemauan, keuletan mencapai tujuan, kemauan  mengambil inisiatif baru, kemampuan bekerja sama dan kemampuan memimpin  tim.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Celakanya, jor-joran mengejar IQ tinggi  sampai hari ini kerap terjadi. Masih menurut penelitian, IQ manusia rata-rata  meningkat 20 poin dalam 20 tahun terakhir. Artinya, di atas kertas, orang makin  cerdas.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>T<strong>api, apakah kecenderungan itu membuat  hidup manusia jadi  lebih bahagia?</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Ternyata tidak. Di balik tingginya IQ itu  kemampuan manusia memahami dan mengendalikan emosi &#8211; inilah yang disebut Peter  Salovey dan John Meyer sebagai emotional inteligence (EI) atau kecerdasan emosi  &#8211; malah menurun.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Survei juga menunjukkan adanya kesamaan  fakta di berbagai belahan dunia, bahwa anak-anak generasi sekarang lebih banyak  mengalami kesulitan emosional ketimbang pendahulunya. Mereka lebih kesepian dan  pemurung, tapi di sisi lain, lebih galak dan kurang menghargai sopan santun.  Lebih gugup dan mudah cemas, serta lebih impulsif dan agresif. Tak jarang mereka  menarik diri dari pergaulan, lebih suka menyendiri, bersikap sembunyi-sembunyi,  kurang bersemangat, dan tentu saja kurang bahagia.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Data juga menunjukkan, kesejahteraan serta  daya sosial anak dan remaja merosot jauh. Makin banyak di antara mereka yang  meninggal karena penyalahgunaan obat bius, bunuh diri dengan alasan sepele, atau  melakukan tindak kriminal di usia belasan tahun.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Menurut data pada tahun 2003, 1.800.000 anak  Indonesia menjadi pecandu narkoba dan 11.344 anak ditangkap polisi karena  melakukan tindak kriminal.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Hal itu terjadi karena IQ hanya berhubungan  dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis (otak kiri). Sedangkan EQ lebih  banyak berhubungan dengan perasaan dan emosi (otak kanan).</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Seorang teman bercerita, saat berpesawat  dari Surabaya ke Jakarta, dia mendapati Hardjono, kawannya, duduk di kursi yang  bukan jatahnya. Saat itulah, Maya, si pramugari datang, “Maaf, Bapak sudah  mencocokkan nomor di tiket dengan nomor di kursi? Kalau ada kesulitan, biar saya  bantu, Pak,” tegurnya halus. Hardjono tersenyum, dan segera sadar akan  kekeliruannya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Coba bayangkan kalau Maya langsung menyuruh  Hardjono pindah tempat duduk, situasinya pasti bakal beda. “Caranya  ‘menyadarkan’ saya simpatik sekali,” jawab Hardjono, ketika ditanya alasannya  pindah ke tempat duduknya yang benar. Si pramugari bisa disebut sebagai orang  yang mempunyai EQ tinggi. Keterampilan yang butuh praktik langsung, bukan  sekadar teori</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>dalam buku  teks.</span></span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;"><span>Ciptakan Komunikasi  Efektif</span></span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Prof. Sarlito menengarai, banyak hal menjadi  penyebab rendahnya kecerdasan emosi dewasa ini.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Beberapa di antaranya, perubahan nilai  sosial dalam 40 tahun terakhir, kurangnya waktu luang orangtua untuk mengasuh  anak, meningkatnya angka perceraian, pengaruh teve dan media elektronik lainnya,  serta menurunnya rasa hormat terhadap insitusi sekolah.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Tak kalah penting, adanya orangtua seperti  ibu Yola itu. J. Drost S.J. dalam sebuah seminar di Jakarta menggarisbawahi,  “pemaksaan” seperti dilakukan ibu Yola sebagai hal yang betul-betul dapat  menghancurkan kecerdasan emosi anak. Bocah yang masih mencari jati diri kok  dipaksa hidup pada tingkat intelektual yang tidak sesuai dengan dirinya. Sama  seperti anak yang tidak kuat di mata pelajaran matematika, tapi dipaksa  orangtuanya masuk jurusan IPA. Hasilnya, amburadul!</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Untungnya, tidak seperti IQ, EQ dapat-  dikembangkan dalam segala tingkat usia. Paling afdol tentu sejak tahap awal  perkembangan anak. Orangtua sebaiknya membangun keluarga dengan landasan  sikap-sikap positif, seperti menekankan pentingnya berbagi dengan sesama, saling  menyayangi, dan berorientasi mencari solusi. Komunikasi efektif harus  diciptakan,</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>agar anak  terangsang untuk mendengar, mengerti, dan berpikir.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Disiplin juga perlu, tapi yang lebih  mengutamakan self direction dan upaya memperbaiki diri. Sejak dini, orangtua  dapat mengajak anaknya berempati pada masalah orang lain. Misalnya, sekali-kali  ajak mereka jalan-jalan menyusuri rumah kawannya yang sederhana. Agar ia tahu,  di luar lingkungan keluarganya (rumah besar dengan banyak perabot), banyak anak  yang harus tidur berpayung atap bocor, dan beralas tikan tipis.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Selain berempati, ajak juga anak  mengekspresikan emosinya. Misalnya, jika sedang senang, tunjukkanlah agar orang  lain ikut gembira. Sebaliknya, jika hendak marah, salurkan lewat cara yang  tepat, agar tak semua orang menjadi sasaran kemarahan. Ciptakan pembelajaran  begitu rupa, sehingga anak mampu mengendalikan emosinya, mudah beradaptasi  dengan lingkungan,</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>serta  mampu mencari jalan keluar atas berbagai masalah yang dihadapi.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Tanamkan sifat gigih, suka menolong, dan  menghormati orang lain. Pendek kata, orangtua ditantang untuk mengembangkan  anaknya, agar tak hanya memiliki kecerdasan kognitif yang tinggi, tapi juga kaya  wawasan dan tetap manusiawi. Berat memang. Itu sebabnya, pekerjaan besar ini  harus dicicil sejak anak masih kecil.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Dengan EQ tinggi, jika kelak ia lulus dari  perguruan tinggi dengan nilai pas-pasan, jalan menuju sukses tak akan tertutup.  Sebab, dalam dirinya sudah tertanam kepercayaan diri yang tinggi, yang  didapatnya dari pergaulan dengan banyak orang, kenal banyak kalangan, dan luwes  dalam berteman.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Pemilik EQ tinggi juga mampu menguasai emosi  dan memiliki mental sehat, serta pandai menempatkan diri. Lantaran mengerti  tempatnya di dunia itulah ia selalu mempunyai sikap batin yang tepat, sehingga  dapat mengambil keputusan dengan tepat pula.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Jadi, biarkan Yola tak mendapatkan ranking  pertama di kelasnya. Yang penting, kemampuan akademiknya tidak tertinggal jauh  di bawah rata-rata. Sebaliknya, dorong terus agar kecerdasan emosinya terasah  menjadi lebih tinggi.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Membangun keseimbangan kecerdasan  intelektual dan emosional mungkin lebib berguna bagi masa depan ketimbang  memaksakan keinginan seperti ibu Yola.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Sumber: <strong>intisari</strong></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catetangue.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catetangue.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catetangue.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catetangue.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catetangue.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catetangue.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catetangue.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catetangue.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catetangue.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catetangue.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catetangue.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catetangue.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catetangue.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catetangue.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catetangue.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catetangue.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=21&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catetangue.wordpress.com/2008/08/06/kejarlah-eq-sukses-kau-tangkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1cbe7360d1aa42282764e3afaafaabd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catetangue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Good Wan! (Good One!)&#8221;</title>
		<link>http://catetangue.wordpress.com/2008/08/06/good-wan-good-one/</link>
		<comments>http://catetangue.wordpress.com/2008/08/06/good-wan-good-one/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 04:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catetangue</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catetangue.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Caller: Hello, can I speak to Annie Wan ? Operator: Yes, you can speak to me. Caller : No, I want to speak to Annie Wan! Operator: Yes I understand you want to speak to anyone. You can speak to me. Who is this? Caller : I&#8217;m Sam Wan. And I need to talk to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=19&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Tahoma;color:black;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Tahoma;">Caller: Hello, can I  speak to</span></span><span style="font-family:Tahoma;color:blue;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Tahoma;"> </span></span><strong><span style="font-family:Tahoma;color:red;font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;font-size:10pt;color:red;font-family:Tahoma;">Annie  Wan</span></span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:blue;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Tahoma;"> ? </span></span><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><br />
<strong><span style="font-weight:bold;">Operator:</span></strong> Yes, you can speak to me.<br />
<strong><span style="color:black;"><span style="font-weight:bold;color:black;">Caller</span></span></strong><span style="color:black;"><span style="color:black;"> : No, I want to speak  to</span></span><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">Annie Wan</span></span></strong><span style="color:blue;"><span style="color:blue;">!</span></span><br />
<strong><span style="font-weight:bold;">Operator</span></strong>: Yes I understand you want to  speak to <strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">anyone. </span></span></strong>You can speak to me. Who is this?<br />
<strong><span style="color:black;"><span style="font-weight:bold;color:black;">Caller</span></span></strong><span style="color:black;"><span style="color:black;"> : I&#8217;m</span></span><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">Sam Wan</span></span></strong><span style="color:blue;"><span style="color:blue;">. </span></span><span style="color:black;"><span style="color:black;">And I need to talk to</span></span><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">Annie Wan!</span></span></strong><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><span style="color:black;"><span style="color:black;">It&#8217;s urgent</span></span><span style="color:blue;"><span style="color:blue;">.</span></span><br />
<strong><span style="font-weight:bold;">Operator</span></strong>: I know you are <strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">someone </span></span></strong>and you want to talk to<strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;"> anyone</span></span></strong>! But what&#8217;s this  urgent matter about?<br />
<strong><span style="color:black;"><span style="font-weight:bold;color:black;">Caller</span></span></strong><span style="color:black;"><span style="color:black;">: Well&#8230; just tell my  sister</span></span><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">Annie Wan</span></span></strong><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><span style="color:black;"><span style="color:black;">that our brother</span></span><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">Noe Wan</span></span></strong><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><span style="color:black;"><span style="color:black;">was involved in an accident.</span></span><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">Noe Wan</span></span></strong><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><span style="color:black;"><span style="color:black;">got injured and now</span></span><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">Noe Wan</span></span></strong><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><span style="color:black;"><span style="color:black;">is being sent to the hospital. Right  now,</span></span><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">Avery Wan</span></span></strong><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><span style="color:black;"><span style="color:black;">is on his way to the hospital. </span></span><br />
<strong><span style="font-weight:bold;">Operator</span></strong> : Look, if <strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">no one </span></span></strong>was injured and <strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">no one </span></span></strong>was sent to the  hospital, then the accident isn&#8217;t an urgent matter! You may find this hilarious  but I don&#8217;t have time for this!<br />
<strong><span style="color:black;"><span style="font-weight:bold;color:black;">Caller </span></span></strong><span style="color:black;"><span style="color:black;">: You are so rude! Who are  you?</span></span><br />
<strong><span style="font-weight:bold;">Operator:</span></strong> I&#8217;m <strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">Saw  Ree</span></span></strong><span style="color:blue;"><span style="color:blue;">.</span></span><br />
<strong><span style="color:black;"><span style="font-weight:bold;color:black;">Caller: </span></span></strong><span style="color:black;"><span style="color:black;">Yes! You should be</span></span><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> </span></span><strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">sorry</span></span></strong><span style="color:blue;"><span style="color:blue;">. </span></span><span style="color:black;"><span style="color:black;">Now give me your name!! </span></span><br />
<strong><span style="font-weight:bold;">Operator:</span></strong> That&#8217;s what I said. I&#8217;m <strong><span style="color:red;"><span style="font-weight:bold;color:red;">Saw  Ree</span></span></strong><span style="color:blue;"><span style="color:blue;"> ..</span></span><br />
<strong><span style="color:black;"><span style="font-weight:bold;color:black;">Caller: </span></span></strong><span style="color:black;"><span style="color:black;">Oh &#8230;&#8230;God!!!  !</span></span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catetangue.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catetangue.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catetangue.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catetangue.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catetangue.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catetangue.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catetangue.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catetangue.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catetangue.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catetangue.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catetangue.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catetangue.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catetangue.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catetangue.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catetangue.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catetangue.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=19&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catetangue.wordpress.com/2008/08/06/good-wan-good-one/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1cbe7360d1aa42282764e3afaafaabd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catetangue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KENTUT</title>
		<link>http://catetangue.wordpress.com/2008/05/02/kentut/</link>
		<comments>http://catetangue.wordpress.com/2008/05/02/kentut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 04:20:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catetangue</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kentut]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catetangue.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Kentut sering dijauhi, kentut sering dihina, kentut sering dianggap anak haram karena kadang nggak diketahui siapa yang melahirkannya ke dunia ini. Mari kita liat masa lalu kentut&#8230;kasian mereka&#8230; Dari mana asal kentut ? Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan, yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=18&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kentut sering dijauhi,<br />
kentut sering dihina,<br />
kentut sering dianggap anak haram karena kadang nggak diketahui siapa yang melahirkannya ke dunia ini.<br />
Mari kita liat masa lalu kentut&#8230;kasian mereka&#8230;</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Dari mana asal kentut ?</span><br />
Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan,<br />
yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia &amp; gas dari bakteri<br />
dalam perut.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Apa komposisi kentut ?</span><br />
Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen<br />
dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di<br />
usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut &amp; cairan usus<br />
menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana &amp; hidrogen.<br />
Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak<br />
udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut.<br />
Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas<br />
lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya<br />
tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak<br />
sempat mengabsorbsi oksigen. (Makanya jangan suka nahan kentut).<span id="more-18"></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kenapa kentut berbau busuk ?</span> &lt;== Pake nanya lagi<br />
Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida &amp; merkaptan. Kedua senyawa ini<br />
mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan<br />
anda, makin banyak sulfida &amp; merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut,<br />
&amp; makin busuklah kentut anda. Telur &amp; daging punya peran besar dalam<br />
memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi<br />
volume kentut, bukan dalam kebusukannya.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kenapa kentut menimbulkan bunyi ?</span> &lt;== Bikin gw ngakak, tapi baca deh penjelasan ilmiahnya di bawah&#8230;.</p>
<p>Karena adanya vibrasi lubang anus saat<br />
kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas. (Dan<br />
diameter lubang anus anda, hi..hi&#8230;.) &lt;=== Gw bilang jg apa , jd kalo dah<br />
pada longgar tuh lubang anus..loe bayangin ndiri deh bunyinya ky apa? asli<br />
gw ngakak sendiri</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kenapa kentut yang busuk itu hangat &amp; tidak bersuara ?</span> &lt;==duh&#8230;gak kuat gwnih!!<br />
Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri &amp; proses<br />
pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk. Ukuran<br />
gelembung gas lebih kecil, hangat &amp; jenuh dengan produk metabolisme bakteri<br />
yg berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya,<br />
tapi SBD (Silent But Deadly = Sunyi Tapi Mematikan ).</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Berapa banyak kentut diproduksi sehari ?</span><br />
Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur ?</span><br />
Karena density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan<br />
perjalanan ke atas? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong isinya<br />
ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus<br />
menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk<br />
gas-nya untuk bergerak ke awasan yg bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar<br />
anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung<br />
jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gas akan<br />
menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yg<br />
rumit &amp; berbeit-belit. (Bayangkan kalo kentut keluar dari lubang hidung).<br />
&lt;== Ada2 aja nih ye</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan<br />
kehidung orang lain?</span> &lt;==== Gokiiiiiiiiiiiiiiil llllllllllLLLL<br />
&#8230;.hahhahahahah ahaha<br />
Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban, suhu,kecepatan &amp; arah angin,<br />
berat molekul gas kentut, jarak antara &#8216;transmitter&#8217; dengan &#8216;receiver&#8217;.<br />
Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar konsentrasinya<br />
berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik, berarti<br />
mengalami pengenceran di udara &amp; hilang ditelan udara selama-lamanya.<br />
Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, mobil,<br />
konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lama<br />
sampai akhirnya diserap dinding.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Apakah setiap orang kentut ?</span><br />
Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggalpun orang masih<br />
bisa kentut. (Makanya gak usah malu kalo sering kentut)</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Saat apa biasanya orang kentut ?</span><br />
Pagi hari di toilet. yang disebut &#8220;morning thunder&#8221;. Kalau resonansinya<br />
bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Mengapa makan kacang-kacangan menyebabkan banyak kentut ?</span><br />
Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna tubuh. Gula tsb<br />
(raffinose, stachiose, erbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus<br />
langsung berpesta pora &amp; membuat banyak gas. Jagung, paprika, kubis,<br />
kembang kol, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Selain makanan, apa saja penyebab kentut ?</span><br />
Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft<br />
drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas<br />
di dalam usus mengalami ekspansi &amp; muncul sebagai kentut).</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang ?</span><br />
Tidak&#8230; sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut.<br />
Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang<br />
Diproduksi oleh bakteri lebih banyak.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan ?</span><br />
Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor..Tapi bermigrasi ke<br />
bagian atas menuju usus &amp; pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan<br />
lenyap, tapi hanya mengalami penundaan.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Mungkinkah kentut terbakar ?</span><br />
Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yang combustible (gas alam<br />
mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru<br />
karena kandungan unsur hidrogen. (Kalo naik gunung, lupa bawa korek api<br />
tapi mau masak indomie, pakai aja kentut buat nyalain kompor)</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Bisakah menyalakan korek api dengan kentut ?</span> &lt;=== Ngaco!!<br />
Jangan mengada-ada. .. konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas<br />
untuk memulai pembakaran.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Mengapa kentut anjing &amp; kucing lebih busuk ?</span><br />
Karena anjing &amp; kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan<br />
protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini<br />
lebih busuk. Lain dengan herbivora seperti sapi, kuda, gajah, yang<br />
memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi<br />
relatif tidak berbau. (Makanya lebih baik pelihara gajah di rumah daripada<br />
anjing).</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Betulkah bisa teler kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut ?</span><br />
Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin saja anda mengalami pusing kalau<br />
mencium bau kentut terlalu banyak. (Makanya yang punya hobi cium bau<br />
kentut, sebaiknya dikurangin) &lt;=== Trus kalo lagi pengen teler tp lagi<br />
bokek, nah&#8230;loe nikmatin deh kentut loe ndiri!!</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Apakah warna kentut ?</span> &lt;=== Penting gak sih nih? Hehehe&#8230;<br />
Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen oksida, akan<br />
ketahuan siapa yang kentut.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kentut itu apakah asam, basa atau netral ?</span><br />
Asam, karena mengandung karbondioksisa (CO2) &amp; hidrogen sulfida (H2S).</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus ?</span><br />
Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur(belerang) di lapisan udaranya,<br />
jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"> Tapi bener-bener mengharukan,</span><br />
Kadang ketika Anda menangis, tak seorang pun yang menyadari linangan<br />
air mata Anda.<br />
Terkadang ketika Anda amat sedih, tak seorang pun yang melihat<br />
kepedihan hati Anda.<br />
Ketika Anda bahagia, tak seorang pun yang memperhatikan senyum<br />
mengembang di bibir Anda.</p>
<p>Tapi, ketika Anda kentut .. semua orang menoleh ke diri Anda.<br />
Mengharukan nggak, sih ?? HAHAHAHAHAHAHAHAHAH AHA</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catetangue.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catetangue.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catetangue.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catetangue.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catetangue.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catetangue.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catetangue.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catetangue.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catetangue.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catetangue.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catetangue.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catetangue.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catetangue.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catetangue.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catetangue.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catetangue.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=18&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catetangue.wordpress.com/2008/05/02/kentut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1cbe7360d1aa42282764e3afaafaabd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catetangue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidik anak itu</title>
		<link>http://catetangue.wordpress.com/2008/05/01/siapakah-wanita-berhati-mulia-yang-melahirkan-dan-mendidik-anak-itu/</link>
		<comments>http://catetangue.wordpress.com/2008/05/01/siapakah-wanita-berhati-mulia-yang-melahirkan-dan-mendidik-anak-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 03:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catetangue</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catetangue.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menyetir terlalu lama sepulang dari kampung saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan saya. &#8220;Abang mau beli kue?&#8221; Katanya sambil tersenyum. Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya. &#8220;Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan,&#8221; jawab saya ringkas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=17&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Setelah menyetir terlalu lama sepulang dari kampung saya singgah</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan saya.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Abang mau beli kue?&#8221; Katanya sambil tersenyum. Tangannya segera</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan,&#8221; jawab saya ringkas dan akhirnya</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">dia berlalu.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Gak sampe 20 menit kemudian</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">saya melihat anak tadi menghampiri calon pembeli lain. Saya lihat dia</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">menghampiri sepasang suami istri. Mereka juga menolak tawaran anak itu,</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">dan dia berlalu begitu saja.</span><span id="more-17"></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?&#8221; tanyanya tenang ketika</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">menghampiri meja saya lagi.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang nih,&#8221; kata saya sambil</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">menepuk-nepuk perut. Dia pun pergi, tapi cuma di sekitar restoran.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">lalu dia tanya, &#8220;mau beli kue saya Bang, Pak&#8230; Kakak,&#8230; Ibu.&#8221; Halus</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">budi bahasanya pikir saya.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">enggan membeli kuenya.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil..</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Namun belum sempat</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">saya menghidupkan mesin, anak tadi sudah berdiri di samping mobil. Dia</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">tersenyum kepada saya. Saya turunkan kaca jendela, dan membalas</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">senyumannya.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang perlu bawa kue saya buat</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">oleh-oleh untuk adik- adik, Ibu atau Ayah abang,&#8221; katanya sopan sekali,</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">sambil tersenyum. Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">menyelak daun pisang penutupnya.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">hati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp 20.000,-</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">padanya.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Ambil ini Dik! Abang sedekah&#8230; Tak usah Abang beli kue itu.&#8221; Saya</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">berkata ikhlas karena perasaan kasihan yang meningkat mendadak. Anak itu</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">kembali ke kaki lima restoran. Saya gembira dapat membantunya. .</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Setelah mesin mobil saya hidupkan. Saya memundurkan. Alangkah kagetnya</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">saya melihat anak itu mengulurkan Rp20.000,- pemberian saya itu kepada</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">seorang pengemis buta. Saya terkejut, saya hentikan mobil, dan memanggil</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">anak itu.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Kenapa Bang, mau beli kue ya?&#8221; tanyanya.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu Abang</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">berikan ke Adik!&#8221; kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Bang, saya tak bisa ambil duit itu.. Emak marah kalau dia tahu saya</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">masih banyak, Mak pasti marah. Kata Mak mengemis kerja orang yang tak</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">berupaya, saya masih kuat Bang!&#8221; katanya begitu lancar. Saya heran</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal saya</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Abang mau beli semua ?&#8221; dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">saya kelu mau berkata.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Rp 25.000,- saja Bang&#8230;.&#8221; Dengan gembira dia memasukkan satu persatu</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp 25.000,-. Dia mengucapkan</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">terima kasih dan berlalu dari pandangan saya.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ya Tuhan!. Saya hanya bisa bertanya-tanya di dalam hati, siapakah wanita</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">berhati mulia yang melahirkan dan mendidik anak itu ?. Sesungguhnya saya</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">kagum dengan sikapnya. Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya..</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8230;..</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">=================================================</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Tangan diatas selalu lebih mulia daripada dibawah&#8230;, semoga kita termasuk</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">orang-orang yang  diberiNya kelebihan agar selalu dapat ihlas memberi&#8230;Amiiinnnn &#8220;</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catetangue.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catetangue.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catetangue.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catetangue.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catetangue.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catetangue.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catetangue.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catetangue.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catetangue.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catetangue.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catetangue.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catetangue.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catetangue.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catetangue.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catetangue.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catetangue.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=17&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catetangue.wordpress.com/2008/05/01/siapakah-wanita-berhati-mulia-yang-melahirkan-dan-mendidik-anak-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1cbe7360d1aa42282764e3afaafaabd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catetangue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Bukan Saya, Boss!!!&#8221;</title>
		<link>http://catetangue.wordpress.com/2008/05/01/bukan-saya-boss/</link>
		<comments>http://catetangue.wordpress.com/2008/05/01/bukan-saya-boss/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 02:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catetangue</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catetangue.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak. Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=16&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua<span style="font-size:12pt;"><br />
</span>New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">mereka</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari,</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">walau sedikit demi sedikit. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">rumah.</span><span id="more-16"></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">botol  anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">mereka  letakan kembali seperti biasa. Dan yang</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">halnya anggur.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">mereka  perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">meminumnya!</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut &#8220;Not me, Boss!</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Selama  ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Boss!&#8221;</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Moral kisah :</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi?</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri,</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> yang sebenarnya tidak perlu.</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> Sumber : Anonymous</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catetangue.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catetangue.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catetangue.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catetangue.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catetangue.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catetangue.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catetangue.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catetangue.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catetangue.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catetangue.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catetangue.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catetangue.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catetangue.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catetangue.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catetangue.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catetangue.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=16&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catetangue.wordpress.com/2008/05/01/bukan-saya-boss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1cbe7360d1aa42282764e3afaafaabd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catetangue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAGAIMANA MEMIMPIN DENGAN KETELADANAN ?</title>
		<link>http://catetangue.wordpress.com/2008/04/07/bagaimana-memimpin-dengan-keteladanan/</link>
		<comments>http://catetangue.wordpress.com/2008/04/07/bagaimana-memimpin-dengan-keteladanan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 05:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catetangue</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catetangue.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[By: R. Bruce McAfee dan Betty J. Ricks &#8220;Leadership By Example: &#8216;Do as I Do!&#8221; Keteladanan adalah perintah tanpa kata-kata. Orang senang mengikuti keteladan daripada perintah. Menjadi teladan adalah cara sederhana tapi efektif untuk mengesankan dan mempengaruhi karyawan anda. Sebenarnya, prinsip keteladanan itu ringkas, yaitu, &#8220;Meminta orang lain untuk melakukan apa yang anda lakukan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=15&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana;"><span>By: R. Bruce McAfee dan Betty J. Ricks  &#8220;Leadership By Example: &#8216;Do as I Do!&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Keteladanan adalah perintah tanpa kata-kata.  Orang senang mengikuti keteladan daripada perintah.</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>Menjadi teladan adalah cara sederhana tapi efektif  untuk mengesankan dan mempengaruhi karyawan</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>anda.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Sebenarnya, prinsip keteladanan itu ringkas,  yaitu, &#8220;Meminta orang lain untuk melakukan apa yang</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>anda lakukan dan katakan&#8221;. Namun demikian  penerapannya tidak cukup mudah. Anda memerlukan</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>konsistensi dan integritas. Anda perlu mengetahui di  bidang-bidang mana saja anda harus</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>memberikan keteladanan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>R. Bruce McAfee dan Betty J. Ricks dalam  tulisannya, &#8220;Leadership By Example: &#8216;Do as I Do!&#8221;</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>menunjukkan enam bidang kunci dimana anda harus  bertindak dengan sikap memberi teladan.</span></span></p>
<p><strong><em><span style="font-family:Verdana;"><span>1. Ketaatan pada  aturan.</span></span></em></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Tunjukkan keteladanan anda dengan menaati  aturan-aturan yang berlaku. Sampaikan bahwa aturan</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>tidak selamanya dibuat untuk membatasi ruang gerak,  namun untuk menciptakan kondisi kerja yang</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>positif.</span></span></p>
<p><strong><em><span style="font-family:Verdana;"><span>2. Pencapaian kinerja  kerja.</span></span></em></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Anda tidak dapat mengharapkan karyawan anda  bekerja lebih baik dari anda. Bila anda ingin karyawan</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>meningkatkan prestasinya, tingkatkan terlebih dahulu  prestasi anda.</span></span></p>
<p><strong><em><span style="font-family:Verdana;"><span>3. Sikap terhadap perusahaan dan  pekerjaan.</span></span></em></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Milikilah sikap positif terhadap perusahaan  dan pekerjaan. Tunjukkan sikap positif dan optimis</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>terhadap apa yang dilakukan oleh perusahaan. Bila  anda bersikap skeptis dan pesimis, maka anda</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>gagal menumbuhkan kesan baik pada  karyawan.</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span> </span></span></p>
<p><strong><em><span style="font-family:Verdana;"><span>4. Kesehatan dan penampilan  fisik.</span></span></em></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Semua orang senang melihat kebugaran dan  penampilan segar. Berilah teladan dengan merawat</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>kesehatan dan penampilan diri  anda.</span></span></p>
<p><strong><em><span style="font-family:Verdana;"><span>5. Pakaian dan  kerapihan.</span></span></em></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Pakaian yang anda kenakan dan gaya anda  berpakaian dapat mempengaruhi orang lain. Berpakaian</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>dengan rapi dan profesional menunjukkan penghargaan  anda pada pekerjaan dan lingkungan kerja.</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span> </span></span></p>
<p><strong><em><span style="font-family:Verdana;"><span>6. Aspek komunikasi  interpersonal.</span></span></em></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Perhatikan caya anda berbicara dan bahasa  tubuh anda saat berkomunikasi secara personal dengan</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>orang lain. Tunjukkan sikap tenang, wibawa dan  menghargai lawan bicara anda.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Have a positive day!</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span>Salam Inspirasi,</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>Mohamad Yunus</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>HR &amp; Training Manager</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>PT Widatra Bhakti</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>Moderator I2</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>www.inspirasiindonesia.com</span></span><br />
<span style="font-family:Verdana;"><span>&#8220;You create your own reality&#8221;</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catetangue.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catetangue.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catetangue.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catetangue.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catetangue.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catetangue.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catetangue.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catetangue.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catetangue.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catetangue.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catetangue.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catetangue.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catetangue.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catetangue.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catetangue.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catetangue.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=15&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catetangue.wordpress.com/2008/04/07/bagaimana-memimpin-dengan-keteladanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1cbe7360d1aa42282764e3afaafaabd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catetangue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGAPA SULIT MEMBERIKAN PUJIAN</title>
		<link>http://catetangue.wordpress.com/2008/03/15/mengapa-sulit-memberikan-pujian/</link>
		<comments>http://catetangue.wordpress.com/2008/03/15/mengapa-sulit-memberikan-pujian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 14:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catetangue</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catetangue.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pengemis duduk mengulurkan tangannya di sudut jalan. Tolstoy, penulis besar Rusia yang kebetulan lewat di depannya, langsung berhenti dan mencoba pencari uang logam di sakunya. Ternyata tak ada. Dengan amat sedih ia berkata, &#8220;Janganlah marah kepadaku, hai Saudaraku. Aku tidak bawa uang. &#8220;Mendengar kata-kata itu, wajah pengemis berbinar-binar, dan ia menjawab, &#8220;Tak apa-apa Tuan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=14&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Seorang pengemis duduk mengulurkan tangannya  di sudut jalan. Tolstoy, penulis</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">besar Rusia yang kebetulan lewat di depannya, langsung berhenti dan  mencoba</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">pencari uang logam di sakunya. Ternyata tak ada. Dengan amat</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">sedih ia berkata, &#8220;Janganlah marah kepadaku, hai  Saudaraku. Aku tidak bawa uang. &#8220;Mendengar kata-kata itu, wajah pengemis  berbinar-binar, dan ia menjawab, &#8220;Tak</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">apa-apa Tuan. Saya gembira sekali, karena Anda menyebut saya saudara.  Ini</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">pemberian yang sangat  besar bagi saya.&#8221;</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Setiap manusia, apapun latar belakang nya,  memiliki kesamaan yang mendasar: ingin</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">dipuji, diakui, didengarkan dan  dihormati. Kebutuhan ini sering terlupakan begitu saja.  Banyak manajer yang masih beranggapan</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">bahwa orang hanya termotivasi uang. Mereka lupa, nilai uang hanya  bertahan sampai</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">uang itu  habis dibelanjakan. Ini sesuai dengan</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">teori Herzberg yang mengatakan bahwa uang tak akan pernah</font></font>  <font face="Verdana"><font size="-1">mendatangkan kepuasan dalam  bekerja.</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Manusia bukan sekadar makhluk fisik, tapi  juga makhluk spiritual yang membutuhkan</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">sesuatu yang jauh lebih bernilai. Mereka butuh  penghargaan dan pengakuan atas</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">kontribusi mereka. Tak perlu sesuatu yang sulit atau</font></font>  <font face="Verdana"><font size="-1">mahal, ini bisa sesederhana pujian yang  tulus. Namun, memberikan pujian ternyata bukan  mudah. Jauh lebih mudah mengritik orang  lain.</font></font><span id="more-14"></span></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Seorang kawan pernah mengatakan, &#8220;Bukannya  saya tak mau memuji bawahan, tapi</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">saya benar-benar tak tahu apa yang perlu saya puji. Kinerjanya begitu  buruk.&#8221;</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">&#8220;Tahukah Anda kenapa  kinerjanya begitu buruk?&#8221; saya balik bertanya. &#8220;Karena Anda</font></font>  <font face="Verdana"><font size="-1">sama sekali tak pernah  memujinya!&#8221; Persoalannya, mengapa kita begitu sulit  memberi pujian pada orang lain?</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Menurut saya, ada tiga hal penyebabnya, dan  kesemuanya berakar pada cara kita</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">memandang orang lain.</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Pertama, kita tidak tulus mencintai mereka.  Cinta kita bukanlah unconditional love,</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">tetapi cinta bersyarat. Kita menci ntai pasangan kita  karena ia mengikuti kemauan</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">kita, kita mencintai anak-anak kita karena mereka berprestasi di  sekolah, kita</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">mengasihi  bawahan kita karena mereka memenuhi target pekerjaan yang telah</font></font>  <font face="Verdana"><font size="-1">ditetapkan. Perhatikanlah kata-kata di atas: cinta  bersyarat. Artinya, kalau syarat-syarat tidak</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">terpenuhi, cinta kita pun memudar. Padahal, cinta  yang tulus seperti pepatah</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">Perancis: L`amour n`est pas parce que mais malgre.</font></font>  <font face="Verdana"><font size="-1">Cinta adalah bukan &#8220;cinta karena&#8221;, tetapi  &#8220;cinta walaupun&#8221;. Inilah cinta yang tulus,</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">yang tanpa kondisi dan persyaratan  apapun.</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Cinta tanpa syarat adalah penjelmaan sikap  Tuhan yang memberikan rahmatNya ta</font></font><font face="Verdana"><font size="-1">npa pilih kasih. Cinta Tuhan adalah &#8220;cinta walaupun&#8221;. Walaupun  Anda  mengingkari</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">nikmatNya, Dia  tetap memberikan kepada Anda. Lihatlah</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">bagaimana Dia menumbuhkan bunga-bunga yang indah  untuk dapat dinikmati siapa</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">saja tak peduli si baik atau si jahat. Dengan paradigma ini, Anda akan  menjadi manusia</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">yang tulus,  yang senantiasa melihat sisi positif orang lain. Ini bisa memudahkan  Anda</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">memberi  pujian.</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Kesalahan kedua, kita lupa bahwa setiap  manusia itu unik. Ada cerita mengenai</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">seorang turis yang masuk toko barang unik dan antik. Ia  berkata,  &#8220;Tunjukkan pada</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">saya barang  paling unik dari semua yang ada di sini!&#8221;</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">Pemilik toko memeriksa ratusan barang: binatang  kering berisi kapuk, tengkorak,</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">burung yang diawetkan, kepala rusa, lalu berpaling ke turis dan berkata,  &#8220;Barang yang</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">paling unik di  toko ini tak dapat disangkal adalah</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">saya sendiri!&#8221;</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Setiap manusia adalah unik, tak ada dua  orang yang persis sama. Kita sering</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">menyamaratakan orang, sehingga membuat kita tak tertarik pada orang  lain. Padahal,</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">dengan  menyadari bahwa tiap orang berbeda, kita akan</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">berusaha mencari daya tarik dan inner beauty setiap  orang. Dengan demikian, kita</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">akan mudah sekali memberi pujian.</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Kesalahan ketiga? disebut paradigm  paralysis. Kita sering gagal melihat orang lain</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">secara apa adanya, karena kita terperangkap dalam  paradigma yang kita buat sendiri</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">mengenai orang itu. Tanpa disadari kita sering mengotak-ngotakkan orang.  Kita</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">menempatkan mereka dalam  label-label:orang ini membosankan, orang itu</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">menyebalkan, orang ini egois, orang itu mau menang  sendiri. Inilah persoalannya: kita</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">gagal melihat setiap orang sebagai manusia yang &#8220;segar dan baru&#8221;.  Padahal,</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">pasangan, anak,  kawan, dan bawahan kita yang sekarang bukanlah mereka yang kita</font></font>  <font face="Verdana"><font size="-1">lihat kemarin. Mereka berubah dan  senantiasa baru dan segar setiap saat.</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Penyakit yang kita alami, apalagi menghadapi  orang yang sudah bertahun-tahun</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">berinteraksi dengan kita adalah 4 L (Lu Lagi, Lu Lagi &#8212; bahasa  Jakarta). Kita sudah</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">merasa  tahu, paham dan hafal mengenai orang itu. Kita menganggap tak ada  lagi</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">sesuatu yang baru dari  mereka. Maka, di hadapan kita mereka telah kehilangan daya</font></font>  <font face="Verdana"><font size="-1">tariknya.</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Sewaktu membuat tulisan ini, istri saya pun  menyindir saya dengan mengatakan</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">bahwa saya tak terlalu sering lagi memujinya setelah kami menikah.  Sebelum menikah</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">dulu, saya  tak pernah kehabisan bahan untuk memujinya. Sindiran ini, tentu,  membuat</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">saya tersipu-sipu dan benar-benar mati kutu.</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Pujian yang tulus merupakan penjelmaan Tuhan  Yang Maha Pengasih Lagi Maha</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">Penyayang. Maka, ia mengandung energi positif yang amat dahsyat. Saya telah</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">mencoba menerapkan pujian  dan ucapan terima kasih kepada</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">orang-orang yang saya jumpai: istri, pembantu yang membukakan pagar  setiap pagi,</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">bawahan di  kantor, resepsionis di kantor klien, tukang parkir,  satpam, penjaga  toko</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">maupun petugas di jalan  tol.</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Efeknya ternyata luar biasa. Pembantu bahkan  menjawab ucapan terima kasih saya</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">dengan doa, &#8220;Hati-hati di jalan Pak!&#8221; Orang-orang yang saya jumpai juga  senantiasa</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">memberi senyuman  yang membahagiakan. Sepertinya  mereka terbebas dari rutinitas</font></font>  <font face="Verdana"><font size="-1">pekerjaan yang  menjemukan.</font></font></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><font face="Verdana"><font size="-1">Pujian memang mengandung energi yang bisa  mencerahkan, memotivasi, membuat</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">orang bahagia dan bersyukur. Yang lebih penting, membuat orang  merasa</font></font> <font face="Verdana"><font size="-1">dimanusiakan.</font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font size="-1">Have a positive day!</font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font size="-1">Salam Inspirasi,</font></font></p>
<p><b><font face="Verdana"><font size="-1">Arvan Pradiansyah</font></font></b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catetangue.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catetangue.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catetangue.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catetangue.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catetangue.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catetangue.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catetangue.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catetangue.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catetangue.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catetangue.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catetangue.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catetangue.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catetangue.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catetangue.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catetangue.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catetangue.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=14&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catetangue.wordpress.com/2008/03/15/mengapa-sulit-memberikan-pujian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1cbe7360d1aa42282764e3afaafaabd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catetangue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERSYUKUR HAKIKI</title>
		<link>http://catetangue.wordpress.com/2008/02/21/bersyukur-hakiki/</link>
		<comments>http://catetangue.wordpress.com/2008/02/21/bersyukur-hakiki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 16:33:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catetangue</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catetangue.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, Bila ada seseorang yang tiba-tiba memberikan mobil mewah kepada Anda, kemudian anda mengucapkan beribu terima kasih dan memeluk sang pemberi begitu erat. Bukan hanya itu, Andapun meneteskan air mata haru. Pertanyaan saya, dengan kejadian itu apakah Anda sudah bersyukur? Sebagian Anda menjawab YA, saya sudah bersyukur. Namun, setelah satu tahun mobil mewah itu Anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=11&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Jakarta, Bila ada seseorang yang tiba-tiba memberikan mobil mewah kepada Anda, kemudian anda mengucapkan beribu terima kasih dan memeluk sang pemberi begitu erat. Bukan hanya itu, Andapun meneteskan air mata haru. Pertanyaan saya, dengan kejadian itu apakah Anda sudah bersyukur? Sebagian Anda menjawab YA, saya sudah bersyukur.</p>
<p align="justify">Namun, setelah satu tahun mobil mewah itu Anda terima, Anda membiarkannya mobil itu nongkrong di garasi. Anda tidak pernah menggunakan untuk berbagai aktifitas kehidupan Anda. Mobil mewah yang seharusnya membantu mobilitas Anda, justeru hanya membuat sempit garasi Anda. Sekarang pertanyaan saya, apakah dengan kondisi ini Anda termasuk orang yang bersyukur? Pasti jawabannya TIDAK. <span id="more-11"></span></p>
<p align="justify">Begitu pula Tuhan Sang Pemberi, telah memberikan kepada Anda lebih dari mobil mewah. Dia berikan kepada kita penglihatan, pendengaran, hati, ginjal, jantung, paru-paru, kulit yang membungkus tubuh, otak, tangan, kaki dan berbagai karunia lainnya tanpa Anda harus membayar.</p>
<p align="justify">Andai di akhir tahun ini Anda melakukan refleksi dan melakukan dialog dengan diri Anda sendiri. Dalam dialog itupun Anda berucap Alhamdulillah, Puji Tuhan, Thanks God, atas semua karunia dan anugerah yang telah Engkau berikan yang begitu melimpah. Anda kemudian sadar bahwa karunia Tuhan begitu besar sehingga Anda akhirnya menangis tersedu-sedu. Saya katakan kepada Anda &#8220;itu belum cukup. Itu bukan makna bersyukur yang hakiki&#8221;</p>
<p align="justify">Anda bisa dikatakan bersyukur hakiki bila Anda mampu memanfaatkan semua pemberian Sang Pencipta secara optimal. Prestasi dan unjuk kinerja harus terwujud dari tangan dan kaki Anda. Ide-ide segar dan brilian selalu keluar dari pemikiran Anda.</p>
<p align="justify">Pengorbanan jantung, ginjal, paru-paru yang bekerja tanpa mengenal lelah untuk Anda, Anda balas dengan menjaga kesehatan, berolah raga dan memberikan asupan yang tidak merusak mereka. Karunia Tuhan berupa mulut yang indah anda gunakan untuk selalu memberi senyuman kepada orang-orang di sekitar Anda.</p>
<p align="justify">Apabila dalam satu bulan Anda menorehkan satu prestasi maka seharusnya selama tahun 2007, Anda sudah mampu menunjukkan 12 prestasi dalam kehidupan Anda. Sekarang tulislah prestasi-prestasi yang sudah Anda raih sepanjang tahun 2007. Tulislah prestasi Anda di kantor, prestasi di tempat Anda banyak beraktifitas, prestasi sebagai orang orang tua, prestasi sebagai pendamping hidup, prestasi di tengah-tengah masyarakat, dan prestasi sebagai hamba Tuhan.</p>
<p align="justify">Di akhir tahun ini, cobalah ajukan pernyaan dalam diri Anda sendiri ‘Andai Sang Maha Pemberi mencabut nyawa saya dan kemudian bertanya, prestasi terbaik apa yang sudah saya lakukan dengan semua karunia dan anugerah yang telah Tuhan berikan? Apa yang akan saya banggakan di hadapan-Nya? Pantaskah saya meminta surga dengan prestasi itu?&#8221;</p>
<p align="justify">Bila kita nominalkan, berapa nilai (harga) mata yang telah Tuhan berikan kepada Anda? Berapa nilai pendengaran Anda? Tangan dan kaki Anda? Otak Anda? Apakah prestasi yang sudah Anda hasilkan sebanding atau paling tidak mendekati harga semua karunia dan anugerah yang telah Tuhan berikan?</p>
<p align="justify">Bersyukurlah, bila hidup Anda dipenuhi dengan berbagai prestasi. Namun, bila selama perjalanan hidup Anda hingga akhir 2007 minim prestasi, bangkitlah. Berjanjilah, bahwa di kehidupan Anda selanjutnya, Anda akan menjadi orang yang bersyukur hakiki.</p>
<p>Jamil Azzaini &#8211; <a target="_blank" href="http://kubik.co.id/index.php" title="Kubik Training &amp; Consultantcy">Kubik Leadership</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catetangue.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catetangue.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catetangue.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catetangue.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catetangue.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catetangue.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catetangue.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catetangue.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catetangue.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catetangue.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catetangue.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catetangue.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catetangue.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catetangue.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catetangue.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catetangue.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catetangue.wordpress.com&amp;blog=2515121&amp;post=11&amp;subd=catetangue&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catetangue.wordpress.com/2008/02/21/bersyukur-hakiki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1cbe7360d1aa42282764e3afaafaabd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">catetangue</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
