BERSYUKUR HAKIKI

Februari 21, 2008 at 4:33 pm Tinggalkan komentar

Jakarta, Bila ada seseorang yang tiba-tiba memberikan mobil mewah kepada Anda, kemudian anda mengucapkan beribu terima kasih dan memeluk sang pemberi begitu erat. Bukan hanya itu, Andapun meneteskan air mata haru. Pertanyaan saya, dengan kejadian itu apakah Anda sudah bersyukur? Sebagian Anda menjawab YA, saya sudah bersyukur.

Namun, setelah satu tahun mobil mewah itu Anda terima, Anda membiarkannya mobil itu nongkrong di garasi. Anda tidak pernah menggunakan untuk berbagai aktifitas kehidupan Anda. Mobil mewah yang seharusnya membantu mobilitas Anda, justeru hanya membuat sempit garasi Anda. Sekarang pertanyaan saya, apakah dengan kondisi ini Anda termasuk orang yang bersyukur? Pasti jawabannya TIDAK.

Begitu pula Tuhan Sang Pemberi, telah memberikan kepada Anda lebih dari mobil mewah. Dia berikan kepada kita penglihatan, pendengaran, hati, ginjal, jantung, paru-paru, kulit yang membungkus tubuh, otak, tangan, kaki dan berbagai karunia lainnya tanpa Anda harus membayar.

Andai di akhir tahun ini Anda melakukan refleksi dan melakukan dialog dengan diri Anda sendiri. Dalam dialog itupun Anda berucap Alhamdulillah, Puji Tuhan, Thanks God, atas semua karunia dan anugerah yang telah Engkau berikan yang begitu melimpah. Anda kemudian sadar bahwa karunia Tuhan begitu besar sehingga Anda akhirnya menangis tersedu-sedu. Saya katakan kepada Anda “itu belum cukup. Itu bukan makna bersyukur yang hakiki”

Anda bisa dikatakan bersyukur hakiki bila Anda mampu memanfaatkan semua pemberian Sang Pencipta secara optimal. Prestasi dan unjuk kinerja harus terwujud dari tangan dan kaki Anda. Ide-ide segar dan brilian selalu keluar dari pemikiran Anda.

Pengorbanan jantung, ginjal, paru-paru yang bekerja tanpa mengenal lelah untuk Anda, Anda balas dengan menjaga kesehatan, berolah raga dan memberikan asupan yang tidak merusak mereka. Karunia Tuhan berupa mulut yang indah anda gunakan untuk selalu memberi senyuman kepada orang-orang di sekitar Anda.

Apabila dalam satu bulan Anda menorehkan satu prestasi maka seharusnya selama tahun 2007, Anda sudah mampu menunjukkan 12 prestasi dalam kehidupan Anda. Sekarang tulislah prestasi-prestasi yang sudah Anda raih sepanjang tahun 2007. Tulislah prestasi Anda di kantor, prestasi di tempat Anda banyak beraktifitas, prestasi sebagai orang orang tua, prestasi sebagai pendamping hidup, prestasi di tengah-tengah masyarakat, dan prestasi sebagai hamba Tuhan.

Di akhir tahun ini, cobalah ajukan pernyaan dalam diri Anda sendiri ‘Andai Sang Maha Pemberi mencabut nyawa saya dan kemudian bertanya, prestasi terbaik apa yang sudah saya lakukan dengan semua karunia dan anugerah yang telah Tuhan berikan? Apa yang akan saya banggakan di hadapan-Nya? Pantaskah saya meminta surga dengan prestasi itu?”

Bila kita nominalkan, berapa nilai (harga) mata yang telah Tuhan berikan kepada Anda? Berapa nilai pendengaran Anda? Tangan dan kaki Anda? Otak Anda? Apakah prestasi yang sudah Anda hasilkan sebanding atau paling tidak mendekati harga semua karunia dan anugerah yang telah Tuhan berikan?

Bersyukurlah, bila hidup Anda dipenuhi dengan berbagai prestasi. Namun, bila selama perjalanan hidup Anda hingga akhir 2007 minim prestasi, bangkitlah. Berjanjilah, bahwa di kehidupan Anda selanjutnya, Anda akan menjadi orang yang bersyukur hakiki.

Jamil Azzaini – Kubik Leadership

Entry filed under: Artikel. Tags: .

LAGI!!!. TERUNGKAPNYA SKANDAL TIDUR BARENG DI DPR MENGAPA SULIT MEMBERIKAN PUJIAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: